Mampir 2x ke Senemu 2.0

[Kuliner]

Pertama kali mampir ke Senemu 2.0 itu hari Selasa, sekitar jam 12 siang. Ojek online yang dinaiki berhenti tepat di depan pagar Senemu 2.0, tapi pagarnya tertutup rapat, oh ternyata hari Selasa emang jadwalnya mereka tutup wkwk sedih sih tapi ya udah belum jodoh. Beberapa hari kemudian, kita bikin jadwal ulang buat mampir ke sana, siang-siang jam makan siang bukannya cari rumah makan kita malah mampir lagi ke Senemu karena ingin mengobati rasa penasaran yang tertunda. Setahu kita, Senemu itu awalnya ada di Jalan Ir. H. Juanda, tapi pindah yaa ke Jalan Muararajeun, makanya ada nama 2.0 nya. Beruntungnya, siang itu Senemu buka dan baru banget dibuka sekitar jam 11-an.

Pertama masuk udah kerasa banget ada suasana yang beda dari Senemu ini. Apakah itu? Ya feeling artsy gitulah pokoknya. Soalnya di bagian depan udah ada mural-mural sederhana tapi apik dan eye catching. Kalo bukan tengah hari bolong ke situ pasti udah melakukan photoshoot gemas di area depan, lumayan kan buat stok foto instagram hahaha tapi sayang siang itu mataharinya terik banget, jadi lebih memilih ngadem di dalem.

Pas masuk tuh interiornya homy banget, ada beberapa dinding yang dihiasi lukisan-lukisan dengan teknik watercoloring, ada juga sketsa menggunakan drawing pen dan bahkan ada satu sisi dinding yang diberi pajangan semacam scarf yang berisi lukisan. Buat yang suka karya seni, masuk ke sini tuh kayak lagi masuk ke galeri, bukan ke coffee shop. Nah karena belakangan ini lagi marak kebiasaan netizen untuk mendatangi galeri hanya untuk foto-foto gemash dengan karya seni, Senemu bisa jadi alternatif untuk melakukan hal tersebut.

Siang itu Anggiet lagi ada kerjaan melukis, jadi kita pilih ruangan yang mojok sendirian gitu, ada jendelanya. Dan yang lucu adalah meja yang digunakan di ruangan ini terbuat dari daun pintu, mungkin ini adalah salah satu cara unik untuk memanfaatkan barang yang udah ga terpakai. Untuk makanannya sendiri, siang itu kita cuma pesen roti bakarnya, nama kerennya adalah toast. Harganya untuk satu tangkup roti sekitar idr 20k. Untuk minumnya sendiri kita pesan teh rosella dengan harga 15k dan lemon tea dengan harga yang sama. Pilihan makanannya tidak terlalu banyak, tapi untuk jenis minuman tersedia pula kopi dan coklat. Di sini juga ada es kopi susu yang lagi hits itu lho, harganya cuma idr 18k.

Buat yang lagi cari coffee shop buat kerja bisa banget pilih Senemu ini karena sekalipun ramai, suasana kondusif bisa tetap terasa. Sendirian pergi ke sinipun ga masalah, bisa sambil baca buku, gambar-gambaran atau denger musik doang pun asik banget. Silahkan mampir buat yang lagi ada di daerah Supratman dan sekitarnya.

Lokasi:
Senemu 2.0
Jalan Muararajeun No.21, Cihaur Geulis,Β Cibeunying Kaler, Kota Bandung
Instagram: @senemu.coffee

Nb : Tempat ini bisa saja mengalami perubahan, harap dibaca tahun penulisan postingannya ya.


Penulis : Anggietta Kustina

Salam,
Tim hore
IGΒ @jalanhorebdg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s