Staycation di Four Points Bandung

Loh kok staycation? Emang hotel-hotel udah dibuka?

Semenjak masa PSBB berakhir di akhir bulan Juni, beberapa mall dan hotel di Bandung, satu persatu mulai dibuka dengan tetap menggunakan standar protokol kesehatan. Saya gak kepikiran buat nge-mall atau staycation, walau faktanya sudah melakukan keduanya. Nge-mall karena harus nemenin boss, sedangkan staycation karena dapat rezeki voucher menginap dari ikutan giveaway.

Nah, sesuai judul, saya staycation di Four Points. Salah satu hotel bintang empat yang ada di tengah Kota Bandung. Setelah menyesuaikan jadwal, akhirnya saya staycation di weekend kemarin. Saya penasaran gimana sistem kerja hotel dan penyesuaiannya saat pandemi seperti ini yang akhirnya tempatnya dibuka setelah tutup 3 – 4 bulan.

Setelah saya sampai di halaman lobby, sebelum masuk ada pemeriksaan suhu, pakai hand sanitizer, setiap tamu wajib masuk di walkthrough metal detector, dan barang bawaan kita wajib masuk x-ray baggage scanner. Kalau urusan pengecekan udah oke dan aman, baru deh dipersilakan masuk ke area lobby untuk cek in.

—————

Beres urusan cek in, saya dapat kamar di lantai 9, di kunci yang saya pegang sudah ditulis untuk juga mengenai informasi wifi. Saya menuju lift yang cuma bisa digunakan untuk 4 orang atau boleh lebih dari 4 orang asal satu keluarga. Beberapa kali pakai lift, banyak orang yang menerapkan hal ini, bahkan kalau ada rombongan, ada tamu yang mengingatkan untuk 4 orang saja. Senang deh kalau ada saling mengerti dan peduli untuk kebaikan bersama kaya gitu.

Di Four Points, saya dapat kamar tipe classic, pas masuk, warna putih mendominasi isi kamar dan ruangannya super harum! Lantainya pakai marmer warna cream, yang masih cocok dan senada dengan warna putih di kamar tersebut. Nah, barangkali ada yang penasaran isi kamarnya, ini dia~

Toilet

Pas cek in, saya dikasih tahu kalau handuk dan peralatan mandi lainnya bisa request untuk penambahan, karena di kamar baru tersedia untuk satu orang saja. Peralatan mandi yang didapat: sabun, sampo, conditioner, body lotion, sikat gigi, pasta gigi, handuk badan, handuk rambut, dan hair dryer. Saya senang sekali ada handuk rambut yang dimana, jarang banget saya dapetin kalau nginep di hotel. Dan, senang juga ada hair dryer, karena kebetulan barang ini sangat saya butuhkan setiap harinya. Yee curhat~

Btw, air panas oke, keset ada dua, dan ada tissu basah juga.

Mini Bar & Clothes Closet

Dibalik pintu geser toilet, ada clothes closet, laci, dan brankas. Ada banyak gantungan, lebih dari 5 kalau gak salah. Biasanya cuma ada 2 gantungan, sedangkan ini ada lebih dari 5, jadi benar-benar tercukupi banget buat orang yang bajunya gak mau kusut dan maunya digantung. Eits, tapi kalau misalnyakusut, tenang aja karena di Four Points Hotel disediakan setrikaan beserta mejanya. Sedangkan untuk mini bar, standar compliment yang biasa didapat di hotel sih, ada dua air mineral, termos listrik, kopi, dan teh. Oiya, ada kulkas kecil juga, jadi kalau kalian bawa minuman atau makanan yang harus masuk kulkas, bisa banget dimanfaatkan.

Kamar Tidur

Masuk ke bagian kamar tidur, lantai marmernya berubah full pakai karpet. Bed-nya dapat ukuran king, empat bantal empuk dan bersih. Beneran bersih ya, karena dateng-dateng langsung saya cek. Iya, semenjak nonton instant hotel di netflix, saya jadi ikut-ikutan ngecek kebersihan kasur dan bantal di tempat menginap ๐Ÿ˜›

Saya dapat kamar lantai 9, view-nya standar gedung dan genteng rumah. Tapi, saya sangat suka jendela super besar ini. Besarnya full dari ujung ke ujung. Cahaya matahari masuk dan bikin cakep ruangan. Ada meja kerja yang di lacinya ada dua kitab: Injil dan Al-qur’an. Ada petunjuk kiblat juga. Sebelumnya saya nyari petunjuk kiblat di langit-langit kamar, terus keingetan laci, biasanya suka ada di laci kalau gak ada di langit-langit. Eh, bener aja hehehe. Btw, senang deh ada dua kitab suci. Pas buka laci, saya refleks senyum. Kalian gimana?

Di sudut meja samping kasur, ada ihome speaker, bisa digunakan untuk bluetooth speaker, alarm, dan radio juga. Jadi barangkali ada yang susah bangun dan gak mempan dengan alarm hp, bisa nih cobain ihome yang sudah disediakan. Kalau saya sih sengaja gak pakai, karena emang mau bangun siang~

Breakfast

Sarapan sedia pukul 06.00 – 10.30. Saya agak deg-degan sih karena belum berani kumpul dengan banyak orang di satu tempat walau ada social distancing. Tapi pas saya cek ternyata tidak penuh, gak tahu saya yang kesiangan atau gimana ya, yang pasti saya baru turun untuk sarapan jam 9.45 hahaha. Eh itu masih terhitung pagi loh ya, tolong tidak diprotes.

Di masa pandemi seperti ini, ternyata sarapan di hotel agak berbeda rasanya. Dulu, kalau saya sarapan di hotel, demen banget ngambil makanan terus simpan di meja, terus keliling ambil lagi, simpen lagi. Gitu aja terus. Nah, sekarang makanan dan minuman diambilin sama waitress dan jadi agak canggung gitu kalau butuh sesuatu harus bilang ke waitressnya. Eh, gak tahu ya kalau kalian, saya sih agak canggung. Ya gimana dong, biasa makannya ambil ambil ambil, sekarang harus bilang bilang bilang~ hehehe. Setelah sarapan super kilat, saya langsung melipir keluar karena gak tahu yaa agak parno aja~ tapi semoga kita semua tetap diberi kesehatan ya!

—————

Nah, sekian ulasan Hotel Four Points Bandung yang minggu lalu saya inepin, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang mau mencoba staycation setelah empat bulan diem di rumah terus. Eits tapi saya saranin, staycation-nya sendiri atau berdua aja ya. Hindari keramaian dan tetap jaga kebersihan!

Info Hotel:

Four Points by Sheraton Bandung
Jalan Ir. H. Juanda No.46. Kota Bandung, Jawa Barat 40115
(022) 87330330

—————

Jika suka dengan tulisan ini, silakan beri dukungan untuk penulis dengan klik link di bawah dan jika mau bekerja sama dengan blog jalanhorebandung silakan kirim email ke yuk@jalanhorebandung.com. Terima kasih.

Klik disini untuk beri dukungan.

6 Comments Add yours

  1. trybio says:

    Wah informatif. Jadi kebijakan skarang pas breakfast tuh di ambilin waitress nya yah. Hmmm. Breakfast di hotel padahal yg terbaik. Banyak pilihan nya

    Like

    1. jalanhorebandung says:

      Iya sekarang diambilin gitu, terus waitressnya bilang “cukup kak?” dalem hati jawabnya “kuraaaang” tapi mulut jawabnya “oh iya udah, makasih” hahahahahahaha.

      Like

  2. Wow ok I’m kinda surprised hotelnya nerapin protokol yg okai. Mungkin karena hotel besar kali yaa? Pas kapan gitu aku sempet nelepon bbrp hotel di Jogja bwt nanyain soal syarat nginep gmn aja, takutnya ada yg harus disiapin dulu kan, eh gataunya engga ada sama sekali dong ๐Ÿ˜…

    Btw hotelnya bagus ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ

    Like

    1. jalanhorebandung says:

      Waduuu ampe nelponin hotel, padahal bisa cek akun instagramnya Nadddd hehehe.

      Iya hotelnya bagus sesuai harga ๐Ÿ˜›

      Like

      1. Bosnya gamau kalau aku ganelepon langsung. Soalnya bwt survey jg gitu, sebagai pembanding ditempat kerjaku akan gimana protokolnya. Wkwk

        Semoga mba Fasya sering staycation biar bisa sering review ginian lagi ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž

        Like

  3. Fasya says:

    Reblogged this on Fasya's Blog and commented:
    Apakah teman-teman sudah berani staycation? Ini tulisan stayctaionku di blog jalanhorebandung. Tulisan lengkap silakan klik link di bawah ya!

    Like

Leave a Reply to trybio Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s